
DIAGRAM HE Pengeluaran kas
JADWAL PROYEK AKHIR

PROGESS PA
APLIKASI SISTIM PENGELUARAN KAS DENGAN MENGGUNAKAN VISUAL BASIC V. 06 PADA PT. ASTRA OTOPART
FASE I : PENGENALAN APLIKASI SISTIM PENGELUARAN KAS DENGAN MENGGUNAKAN VISUAL BASIC 6 DAN KETERLIBATAN PERSONAL
PENGENALAN SISTEM
Dengan perkembangan teknologi pengolah data yang canggih dan pesat, komputerisasi merupakan suatu alternative tepat yang dibutuhkan untuk seorang pimpinan dalam suatu organisasi atau instansi. Informasi membantu suatu instansi dalam mengolah data.
Microsoft Visual Basic atau yang sering disingkat VB merupakan sebuah bahasa pemrograman yang bersifat event driven dan menawarkan Integrated Development Environment (IDE) visual yang menawarkan pengolah data yang dimaksud, contohnya adalah dengan membuat program aplikasi.
Terkait dengan hal ini, masalah yang ditemukan Penulis pada PT. ASTRA OTOPART yang berlokasi di Bekasi adalah mengenai system akuntansinya yang masih bersifat manual atau sederhana, sehingga kurang mengefisiensikan waktu. Kemudian atas dasar inilah Penulis membuat aplikasi sistim pengeluaran kas dengan menggunakan Visual Basic 6 .
Melihat masalah yang ada pada PT. ASTRA OTOPART, mengenai masih manualnya system akuntansi khususnya pengeluaran kas, maka aplikasi yang Penulis tawarkan ini akan sangat membantu bagi pihak manajemen dalam mengelola bisnis perusahaan mereka yaitu kalau kita pandang dari segi efisiensi waktu dan tenaga yang dikeluarkan.
Adapun tujuan dari pembuatan aplikasi pengeluaran kas adalah selain uuntuk memudahkan manajemen dalam mengerjakan dan mengelola perusahaan, juga sebagai pemenuhan salah satu pemenuhan tugas Mahasiswa program DIV Jurusan Komputer Akuntansi.
KETERLIBATAN PERSONAL
Analis sistem dalam hal ini adalah Penulis sendiri yang sedang menganalisa masalah apa yang sedang terjadi di perusahaan, sistem apa yang telah dan sedang dipakai perusahaan, sehingga kita bisa mengikhtisarkan sistem seperti apa yang cocok bagi perusahaan tersebut.
Siapa yang akan memakai aplikasi yang kita buat harus pula diketahui sehingga memudahkan kita dalam merancang aplikasi yang sesuai.
Siapa-siapa sajakah yang ada dalam manajemen sistem dalam sebuah perusahaan menentukan juga langkah kita dalam menentukan aplikasi yang sesuai bagi perusahaan tersebut.
FASE II : MENENTUKAN KEBUTUHAN INFORMASI
Dalam mengumpulkan informasi yang dibutuhkan selama penyusunan Proyek Akhir pada PT. ASTRA OTOPART, penulis melakukan beberapa langkah yaitu:
1. Interview manajemen, operaasi dan personal
Interview dilakukan dengan pihak terkait diperusahaan, dalam hal ini bagian Accounting yang menangani pengeluaran kas. Interview dilakukan untuk mendapatkan informasi secara langsung.
2. Mengumpulan dokumen system/operasi
Selain interview kepada pihak terkait pada perusahaan, penulis juga mengumpulkan beberapa dokumen guna mendukung keakuratan informasi yang didapat sebelumnya.
3. Menggunakan quisioner
Sejauh ini penulis melakukan dua langkah yang telah dijelaskan diatas. Untuk penggunaan quisioner sendiri penulis belum melakukannya dikarenakan pengumpulan informasi masih bisa dilakukan langsung kepada pihak terkait seraya mempelajari sistem yang ada pada perusahaan.
4. Mengamati system dan keterlibatan personal
Saat kunjungan penulis pada perusahaan, penulis mangamati sistem manajemen yang terlihat dan keterlibatan karyawan terhadap tugas dan fungsi setiap bagian. Hasil pengamatan, penulis mengetahui bahwa untuk bagian Accounting masih membutuhkan tenaga tambahan karyawan, yang selama ini hanya ditangani oleh satu orang dengan sistem informasi yang manual.
5. Menggunakan pertanyaan who, what, where, when, how dan why
5W dan 1H adalah pertanyaan umum penulis yang dipakai pada interview, untuk memperoleh informasi manajemen yang ada pada perusahaan.
PROGESS PA
APLIKASI SISTIM PENGELUARAN KAS DENGAN MENGGUNAKAN VISUAL BASIC V. 06 PADA PT. ASTRA OTOPART
FASE I : PENGENALAN APLIKASI SISTIM PENGELUARAN KAS DENGAN MENGGUNAKAN VISUAL BASIC 6 DAN KETERLIBATAN PERSONAL
PENGENALAN SISTEM
Dengan perkembangan teknologi pengolah data yang canggih dan pesat, komputerisasi merupakan suatu alternative tepat yang dibutuhkan untuk seorang pimpinan dalam suatu organisasi atau instansi. Informasi membantu suatu instansi dalam mengolah data.
Microsoft Visual Basic atau yang sering disingkat VB merupakan sebuah bahasa pemrograman yang bersifat event driven dan menawarkan Integrated Development Environment (IDE) visual yang menawarkan pengolah data yang dimaksud, contohnya adalah dengan membuat program aplikasi.
Terkait dengan hal ini, masalah yang ditemukan Penulis pada PT. ASTRA OTOPART yang berlokasi di Bekasi adalah mengenai system akuntansinya yang masih bersifat manual atau sederhana, sehingga kurang mengefisiensikan waktu. Kemudian atas dasar inilah Penulis membuat aplikasi sistim pengeluaran kas dengan menggunakan Visual Basic 6 .
Melihat masalah yang ada pada PT. ASTRA OTOPART, mengenai masih manualnya system akuntansi khususnya pengeluaran kas, maka aplikasi yang Penulis tawarkan ini akan sangat membantu bagi pihak manajemen dalam mengelola bisnis perusahaan mereka yaitu kalau kita pandang dari segi efisiensi waktu dan tenaga yang dikeluarkan.
Adapun tujuan dari pembuatan aplikasi pengeluaran kas adalah selain uuntuk memudahkan manajemen dalam mengerjakan dan mengelola perusahaan, juga sebagai pemenuhan salah satu pemenuhan tugas Mahasiswa program DIV Jurusan Komputer Akuntansi.
KETERLIBATAN PERSONAL
Analis sistem dalam hal ini adalah Penulis sendiri yang sedang menganalisa masalah apa yang sedang terjadi di perusahaan, sistem apa yang telah dan sedang dipakai perusahaan, sehingga kita bisa mengikhtisarkan sistem seperti apa yang cocok bagi perusahaan tersebut.
Siapa yang akan memakai aplikasi yang kita buat harus pula diketahui sehingga memudahkan kita dalam merancang aplikasi yang sesuai.
Siapa-siapa sajakah yang ada dalam manajemen sistem dalam sebuah perusahaan menentukan juga langkah kita dalam menentukan aplikasi yang sesuai bagi perusahaan tersebut.
FASE II : MENENTUKAN KEBUTUHAN INFORMASI
Dalam mengumpulkan informasi yang dibutuhkan selama penyusunan Proyek Akhir pada PT. ASTRA OTOPART, penulis melakukan beberapa langkah yaitu:
1. Interview manajemen, operaasi dan personal
Interview dilakukan dengan pihak terkait diperusahaan, dalam hal ini bagian Accounting yang menangani pengeluaran kas. Interview dilakukan untuk mendapatkan informasi secara langsung.
2. Mengumpulan dokumen system/operasi
Selain interview kepada pihak terkait pada perusahaan, penulis juga mengumpulkan beberapa dokumen guna mendukung keakuratan informasi yang didapat sebelumnya.
3. Menggunakan quisioner
Sejauh ini penulis melakukan dua langkah yang telah dijelaskan diatas. Untuk penggunaan quisioner sendiri penulis belum melakukannya dikarenakan pengumpulan informasi masih bisa dilakukan langsung kepada pihak terkait seraya mempelajari sistem yang ada pada perusahaan.
4. Mengamati system dan keterlibatan personal
Saat kunjungan penulis pada perusahaan, penulis mangamati sistem manajemen yang terlihat dan keterlibatan karyawan terhadap tugas dan fungsi setiap bagian. Hasil pengamatan, penulis mengetahui bahwa untuk bagian Accounting masih membutuhkan tenaga tambahan karyawan, yang selama ini hanya ditangani oleh satu orang dengan sistem informasi yang manual.
5. Menggunakan pertanyaan who, what, where, when, how dan why
5W dan 1H adalah pertanyaan umum penulis yang dipakai pada interview, untuk memperoleh informasi manajemen yang ada pada perusahaan.

Informasi adalah sebuah sumber organisasi dimana harus diatur secara baik seperti sumber daya lainnya. Biaya dihubungkan dengan proses informasi. Proses Informasi harus daiatur untuk mendapatkan keunggulan potensial informasi.
Delapan Kategori Sistem Informasi, antara lain :
1) Transaction processing systems (TPS)
2) Office automation systems (OAS)
3) Knowledge work systems (KWS)
4) Management information systems (MIS)
5) Decision support systems (DSS)
6) Expert systems (ES)
7) Group decision support systems (GDSS)
8) Executive support systems (EES)
Teknologi Baru
Teknologi Baru diintegrasikan dengan sistem tradisional
Keuntungan menggunakan Web, diantaranya :
Analisa dan perancangan sistem
Analisa dan perancangan sistem adalah sebuah pendekatan sistematik untuk mengidentifikasi masalah, kesempatan, tujuan; analisa aliran informasi organisasi; dan merancang sistem informasi terkomputer untuk menyelesaikan sebuah masalah
Analis Sistem
Siklus Hidup Pengembangan Sistem
Fase 1
Pengenalan
Keterlibatan personal
Fase 2
Menentukan kebutuhan informasi
Keterlibatan personal
Fase 3
Analisa Kebutuhan Sistem
Keterlibatan personal
Fase 4
Merancang sistem yang direkomendasikan
Personnel involved
Fase 5
Mengembangkan dan mendokumentasikan program
Keterlibatan Personal
Fase 6
Testing dan Implementasi sistem
Keterlibatan personal
Fase 7
Implementasi dan evaluasi sistem
Keterlibatan personal
Rapid Application Development
Rapid Application development (RAD) adalah pendekatan orientasi objek untuk pengembangan sistem
Maintenance sistem
Maintenance sistem adalah
v Menghilangkan error yang tidak terdeteksi, dan
v Meningkatkan software yang ada
Waktu yang dihabiskan pada maintenance biasanya berkisar 48-60 persen dari waktu total
Peningkatan Sistem
Sistem yang ditingkatkan dengan alasan berikut :
ü Menambah fitur tambahan pada sistem
ü Kebutuhan Bisnis dan pemerintah berubah setiap waktu
ü Teknologi, hardware, dan software berubah sangat cepat
Tool CASE
Tool CASE adalah otomatis, paket software secara microcomputer untuk analisa dan disain sistem
Empat alasan untuk penggunaan tool CASE adalah:
ü Untuk meningkatkan produktifitas analis sistem
ü Perantara komunikasi antara analis dan user
ü Menyiapkan kontinuitas diantara fase siklus hidup
ü Untuk mengetahui pengaruh dari maintenance
Kategori Tool CASE
Tool CASE dibagi menjadi beberapa kategori :
ü Upper CASE (disebut juga front-end CASE) digunakan untuk melakukan analisa dan disain
ü Lower CASE (disebut juga back-end CASE). Tool ini men-generate kode sumber bahasa program dari disain CASE
ü Integrated CASE, Melakukan fungsi upper and lower CASE
Upper CASE
Tool Upper CASE
ü Create dan modifikasi disain sistem
ü Penyimpanan data dalam sebuah gudang proyek
ü Gudang adalah sebuah kumpulan records, elements, diagrams, screens, reports, and informasi proyek lainnya
ü These CASE tools memenuhi kebutuhan model organisasi dan mendifinisikan batasan-batasan sistem
Lower CASE
Tool Lower CASE men- generate kode sumber bahasa komputer dari disain CASE
Kode Sumber biasanya digenerate di beberapa bahasa
Keuntungan Generate kode
Waktu untuk mengembangkan penurunan sistem baru
Waktu maintenance kode generate lebih sedikit dibandingkan dengan maintenance sistem tradisional
Program komputer bisa di-generate dalam lebih dari satu bahasa
Disain CASE dibeli dari vendor pihak ketiga dan menyesuaikan kebutuhan organisasi
Kode Generate adalah bebas dari error kode program
Reverse Engineering
Reverse engineering adalah men- generate disain CASE dari kode program komputer
Kode Sumber / Source code diamati, dianalisa, dan dikonversikan ke dalam entitas gudang.
Hasil Reverse Engineering
Hasil Reverse engineering (Tergantung dari tool yang digunakan)
Struktur dan eleme data, menggambarkan file-file dan record yang disimpan oleh sistem
Perancangan layar, bila program sedang on-line
Laporan layout untuk batch program
Rencana struktur yang menunjukkan hirarki modul-modul di dalam program
Perancangan basisdata dan hubungannya
Keuntungan Reverse Engineering
Mempunyai beberapa keuntungan sebagai berikut:
Waktu yang digunakan dalam pemeliharaan sistem bisa dikurangi
Dokumentasi, yang sebelumnya belum ada atau hanya minimal untuk program lama, bisa dilakukan
Menciptakan program terstruktur dari program tak terstruktur atau kode komputer terstruktur yang tidak tepat
Perubahan-perubahan yang terjadi dalam pemeliharaan di masa datang lebih mudah dibuat
Analisis bisa ditampilkan atas sistem untuk mengurangi bagian yang tidak perlu dari kode komputer
Analisa dan perancangan sistem berorientasi obyek
Analisa dan disain berorientasi Obyek / Object-oriented (O-O) digunakan untuk membuat program berorientasi obyek
Pemrograman O-O tidak hanya mencangkup kode tentang data, namun juga instruksi tentang operasi yang harus ditampilkan atasnya
Tipe Analisa dan disain O-O
Ada tiga tipe analisa dan disain O-O :
Analisa berorientasi Obyek / Object-oriented analysis (OOA)
Disain berorientasi obyek / Object-oriented design (OOD)
Unified Modeling Language (UML),Suatu bahasa standrd pemodelan berorientasi Obyek
Analisa dan Disain Alami
v Analisa dan disain terstruktur menampilkan suatu pendekatan sistematis pengembangan sistem dalam suatu siklus alami
v Pendeteksian error Analisa dan disain pada fase yang lebih tinggi dalam siklus hidup pengembangan sistem akan menimbulkan biaya yang lebih banyak untuk perbaikannya dibandingkan dengan pendeteksian pada fase lebih awal
Metodologi Alternatif
Metodologi alternatif adalah tersedia untuk analisa sistem
Diantaranya
Prototyping
ETHICS
Project champions
Soft Systems Methodology
Multi-view

BAB 1 PENDAHULUAN
ANALISIS DAN SISTEM INFORMASI
a. KONSEP DASAR SISTEM
Terdapat dua pendekatan yang digunakan untuk mendefinisikan sebuah sistem, yaitu dengan pendekataan:
Prosedur : “Suatu sistem adalah jaringan kerja dari prosedur-prosedur yang saling berhubungan, berkumpul bersama-sama untuk melakukan suatu kegiatan/untuk menyelesaikan suatu sasaran yang tertentu.”
Prosedur adalah “rangkaian operasi klerikal (tulis-menulis), yang melibatkan beberapa orang di dalam satu/lebih departemen yang digunakan untuk menjamin penanganan yang seragam dari transaksi-transaksi bisnis yang terjadi serta untuk menyelesaikan suatu kegiatan tertentu”.
Urutan kegiatan digunakan untuk menjelaskan apa (what) yang harus dikerjakan, siapa (who) yang mengerjakannya, kapan (when) dikerjakan dan bagaimana (how) mengerjakannya.
Penekanan pada elemen/komponennya : “Sistem adalah kumpulan dari elemen-elemen yang berinteraksi untuk mencapai tujuan tertentu”
Kedua definisi tersebut benar dan tidak saling bertenta ngan, yang berbeda adalah cara pendekatannya. Pendekatan sistem yang merupakan kumpulan dari elemen-elemen/komponen-komponen/subsistem-subsistem merupakan definisi yang lebih luas. Definisi ini lebih banyak diterima, karena kenyataannya suatu sistem dapat terdiri dari beberapa subsistem atau sistem-sistem bagian. Misalnya sistem akuntansi dapat terdiri dari beberapa sub sistem-sub sistem, yaitu subsistem akuntansi penjualan, subsistem akuntansi pembelian, subsistem akuntansi penggajian, subsistem akuntansi biaya dan sebagainya.
Komponen-komponen/subsiste m-subsistem tersebut tidak dapat berdiri lepas sendiri-sendiri, tetapi sub sistem-sub sistem tersebut saling berinteraksi dan berhubungan membentuk satu kesatuan sehingga tujuan/sasaran sistem tersebut dapat tercapai.
b. KARAKTERISTIK SISTEM
Suatu sistem mempunyai karakteristik atau sifat-sifat yang tertentu, yaitu :
Terdiri dari sejumlah komponen yang saling berinteraksi, dan bekerja sama membentuk satu kesatuan.
Energi yang dimasukkan ke dalam sistem. Masukan dapat berupa masukan perawatan (maintenance input) dan masukan sinyal (signal input).
Hasil dari energi yang diolah dan diklasifikasikan menjadi keluaran yang berguna dan sisa pembuangan.
Suatu sistem dapat mempunyai suatu bagian pengolah yang akan merubah masukan menjadi keluaran.
Suatu sistem pasti mempunyai tujuan/sasaran. Sasaran dari sistem sangat menentukan sekali masukan yang dibutuhkan sistem dan keluaran yang akan dihasilkan sistem.
3. KLAS IFIKAS I SISTEM
Sistem tertentu beroperasi dengan tingkah laku yang sudah dapat diprediksi, interaksi diantara bagian-bagiannya dapat dideteksi dengan pasti sehingga keluarannya dapat diramalkan.
Sistem yang input dan prosesnya dapat didefinisikan, tetapi output yang dihasilkan tidak dapat ditentukan dengan pasti; (selalu ada sedikit kesalahan/penyimpangan terhadap ramalan jalannya sistem).
Sistem yang berhubungan dan terpengaruh dengan lingkungan luarnya. Sistem ini menerima masukan dan menghasilkan keluaran untuk lingkungan luar/subsistem yang lainnya, sehingga harus memiliki sistem pengendalian yang baik.
Sistem fisik dimana proses yang terjadi tidak mengalami pertukaran materi, energi atau informasi dengan lingkungan di luar sistem tersebut.
Sistem yang tertutup tetapi tidak tertutup sama sekali untuk menerima pengaruh-pengaruh lain. Sistem ini dalam operasinya dapat menerima pengaruh dari luar yang sudah didefinisikan dalam batas-batas tertentu.
Sistem yang meniru kejadian dalam sistem. Sistem ini dibentuk berdasarkan kejadian di alam dimana manusia tidak mampu melakukannya. Dengan kata lain tiruan yang ada di alam.
Sistem yang dibentuk dari kejadian dalam alam. Co ntoh : laut, tata surya dan lain- lain.
Sistem penjelasan tingkah laku yang meliputi keikutsertaan manusia. Sistem ini dapat digambarkan dalam cara-cara sebagai berikut:
ü Sistem Manusia – Manusia, sistem yang menitikberatkan hubungan antar manusia
ü Sistem Manusia – Mesin, Sistem yang meng ikutserta kan mesin untuk suatu tujuan
ü Sistem Mesin – Mesin, sistem yang otomatis dimana manusia mempunyai 3 tugas untuk memulai dan mengakhiri sistem, sementara itu manusia dilibatkan juga untuk memonitor sistem.
Perancang sistem lebih banyak menggunakan metode “Relatively Closed dan Deterministic System”, karena sistem ini dalam pengerjaannya lebih mudah meramalkan hasil yang akan dipe oleh dan lebih mudah diatur dan diawasi.
a. JENIS SISTEM
Pada dasarnya sistem dibagi dua jenis, yaitu sistem alami seperti sistem matahari, sistem luar angkasa, sistem reproduksi dan lain sebagainya; kedua, sistem buatan manusia seperti sistem hukum, sistem perpustakaan, sistem transportasi dan lain sebagainya. Sistem alami terbagi menjadi dua yaitu sistem fisik seperti sistem molekul, luar angkasa dan sistem kehidupan seperti sistem tumbuhan, sistem manusia dan la in-lain.
Sedangkan sistem buatan manusia umumnya dibagi berdasarkan spesifikasi tertentu seperti sistem sosial (hukum, doktrin), sistem organisasi (perpustakaan), sistem transportasi (jaringan jalan raya, kanal, udara, lautan), sistem komunikasi (telepon,teleks, sinyal asap), sistem produksi (pabrik) dan sistem keuangan (akuntansi, inventori, buku besar).
Sistem terotomasi te rb agi dalam sejumah kate gori, yaitu:
b. PELAKU SISTEM
Pelakuku sistem terdiri dari tujuh kelompok, yaitu :
Pemakai adalah pelaku yang terpenting karena sistem diciptakan untuk pemakai dan melalui komunikasi dengan epmakai sistem dibuat dan dirancang hingga mencapai bentuk terahir.
Umumnya terdiri dari tiga jenis management, yaitu managemen pemakai (menangani pemakaian dimaan sistem baru ditetapkan), sistem management sistem (terlibat dalam pengembangan sistem itu sendiri)dan managemant umum ( yang terlibat dalam perancangan sistem dan sistem pendukung pengambilan keputusan).
Ukuran sistem yang dikerjakan dan bentuk alami organisasi sistem tersebut diimplementasikan dapat menentukan kesimpulan perlu tidaknya pemerisaan.
Fungsi-fungsinya adalah sebagai arkelog (yang menelusuri bagaimana sebenarnya sistem lama berjalan, bagaimana sistem tersebut dijalankan dan segala hal yang menyangkut sistem lama.
Pendesain sistem menerima hasil penganalisa sistem (kebutuhan pemakai tidak berorientasi pada teknologi tertentu)yang kemudian ditransformasikan oleh pemrograman.
Setelah penganalisa memberikan hasil kerjanya dan kemudian dioleh oleh pendesain sistem baru, pemrograman dapat mulai bekerja.
Bertugas dan bertanggung jawab di pusat komputer misalnya jaringan, keamanan perangkat keras, perangkat lunak,pencetakan dan backup.
6. INFORMASI
Informasi dapat diibaratkan sebagai darah yang mengalir di dalam tubuh manusia, seperti halnya informasi di dalam sebuah perusahaan yang sangat penting untuk mendukung kelangsungan perkembangannya, sehingga terdapat alasan bahwa informasi sangat dibutuhkan bagi sebuah perusahaan.
Akibat bila kurang mendapatkan informasi, dalam waktu tertentu perusahaan akan mengalami ketidakmampuan mengontrol sumber daya, sehingga dalam mengambil keputusan-keputusan strategis sangat terganggu, yang pada akhirnya akan mengalami kekalahan dalam bersaing dengan lingkungan pesaingnya.
Data VS Informasi
Sumber dari informasi adalah data. Data merup akan bentuk jamak dari bentuk tunggal data-item. Data merupakan bentuk yang belum dapat memberikan manfaat yang besar bagi penerimanya, sehingga perlu suatu model yang nantinya akan dikelompokkan dan diproses untuk menghasilkan informasi.
7. PENGOLAHAN DA TA (DATA PROCESSING )
Pengolahan data merupakan masa/waktu yang digunakan untuk mendeskripsikan perubahan bentuk data menjadi informasi yang memiliki kegunaan. Operasi yang dilakukan dalam pengolahan data :
Data input:
Data transformation
- Categorizing data ke dalam group berdasar karakteristrik tertentu (contoh, pengelompokan data mahasiswa berdasar semester aktif).
- Sorting data ke dalam bentuk yang berurutan (contoh, pengurutan nomor induk karyawan secara ascending).
- Merging untuk dua atau lebih set data berdasar kriteria tertentu (menggabungkan data penjualan bulan Januari, Februari dan Maret kedalam group triwulanan).
- Matching data berdasar keinginan pengguna terhadap group data (contoh, memilih semua karyawan yang total pendapatannya lebih dari 15 juta pertahun).
Information Output
8. SIKLUS INFORMASI
Untuk memperoleh informasi yang bermanfaat bagi penerimanya, perlu untuk dijelaskan bagaimana siklus yang terjadi/dibutuhkan dalam menghasilkan informasi. Pertama-tama data dimasukkan ke dalam model yang umumnya memiliki urutan proses tertentu dan pasti, setelah diproses akan dihasilkan informasi tertentu yang bermanfaat bagi penerima (level management) sebagai dasar dalam membuat suatu keputusan atau melakukan tindakan tertentu.
Dengan demikian akan membentuk suatu siklus informasi (information cycle) /siklus pengolahan data (data processing cycles), seperti gambar berikut:

Kualitas Informasi
Kualitas informasi (quality of information) sangat dipengaruhi atau ditentukan oleh 3 hal, yaitu :
Berarti informasi harus memberikan manfaat bagi pemakainya. Relevansi informasi untuk tiap-tiap orang satu dengan yang lainnya berbeda.
Informasi harus bebas dari kesalahan-kesalahan dan tidak bias/menyesatkan, dan harus jelas mencerminkan maksudnya.
Informasi yang dihasilkan/dibutuhkan tidak boleh terlambat (usang). Informasi yang usang tidak mempunyai nilai yang baik, sehingga kalau digunakan sebagai dasar dalam pengambilan keputusan akan berakibat fatal/kesalahan dalam keputusan dan tindakan.
What level of resources is needed to move information through the problem-solving cycle.
What level of resources is required for each unit of information output ?
Nilai Informasi
Nilai informasi ditentukan dari: Manfaat (use) dan Biaya (cost). Suatu informasi dikatakan bernilai bila manfaatnya lebih efektif dibandingkan dengan biaya mendapatkannya dan sebagian besar informasi tidak dapat tepat ditaksir keuntungannya dengan satuan nilai uang, tetapi dapat ditaksir nilai efektivitasnya. Pengukurannya dapat menggunakan analisis cost effectiveness/cost benefit.
Informasi dan Tingkat Manajemen
Berdasarkan tingkatan manajemen, informasi dapat dikelompokkan berdasar penggunanya, yaitu:
Digunakan untuk mengambil keputusan jangka panjang, mencakup informasi eksternal (tindakan pesaing, langganan), rencana perluasan perusahaan dan sebagainya.
Digunakan untuk mengambil keputusan jangka menengah, mencakup informasi trend penjualan yang dapat dipakai untuk menyusun rencana-rencana penjualan.
Digunakan un tuk keperluan operasional sehari-hari, informasi persedian stock, retur penjualan dan laporan kas harian.
Sistem Informasi
Dapat didefinisikan sebagai:
Manfaat Sistem Informasi
9. ANALISIS DAN DESAIN SISTEM
Analisis sistem sangat bergantung pada teori sistem umum sebagai sebuah landasan konseptual. Terdapat banyak pendekatan untuk analisis sistem dan pada dasarnya semunya mempunyai tujuan yang sama, yaitu memahami sistem yang rumit kemudian melakukan modifikasi dengan beberapa cara.
Tahapan dalam menganalisis sistem :
10. GLOBALIS ASI EKONOMI
Pengaruh globalisasi ekonomi terhadap para pemain dalam permainan sistem:
- Sistem informasi dan aplikasi komputer harus diinternasionalkan.
- Kebanyakan sistem informasi pada akhirnya memerlukan konsolidasi informasi untuk analisis performa dan pembuatan keputusan.
Sebagai akibat dari globalisasi dan meluasnya internet, bisnis berubah atau memperluas model bisnis untuk mengimplementasikan electronic commerce (ecommerce)/perdagangan elektronik dan electronic business (e-business)/bisnis elektronik.
Bersamaan dengan tumbuhnya ekonomi digital, masyarakat dan organisasi mengembangkan kesadaran tinggi akan isu keamanan dan privasi yang dilibatkan dalam ekonomi saat ini.
Kolaborasi dan rekanan adalah tren bisnis signifikan yang mempengaruhi aplikasi system informasi. Di dalam organisasi, manajemen menekankan perlunya menghancurkan dinding yang memisahkan departemen dan fungsi organisasi.
Pengetahuan adalah hasil dari rangkaian bagaimana memperoses data mentah menjadi informasi yang berguna. Sistem informasi mengumpulkan data mentah dengan meng-capture fakta bisnis (mengenai produk, karyawan, pelanggan dan sejenisnya) dan memproses transaksi bisnis.
Sistem informasi mengotomatisasi dan mendukung proses bisnis. Dalam usaha untuk te rus-menerus memperbaiki proses bisnis. Continous Process Improvement memeriksa proses bisnis untuk meng implementasikan serangkaian perubahan/perbaikan.
Banyak sistem informasi mendukung /mengotomatisasi proses bisnis. Banyak bisnis telah belajar bahwa proses-proses bisnis tersebut secara mencolok tidak efisien dan atau berbiaya besar.
Secara virtual, semua organisasi besar dan kecil, mensyaratkan satu set inti untuk melaksanakan bisnis. Seperti ditunjuk kan pada gambar di bawah ini. Kebanyakan bisnis aplikasi inti terdiri dari manajemen finansial, manajemen SDM, pemasaran dan penjualan dan manajemen operasi (kon trol inv entaris dan/ manufaktur).
Keterangan:
ERP (Enterprise Resource Planning), aplikasi perangkat lunak yang mengintegrasikan secara penuh sistem informasi yang mencakup sebagian besar/semua fungsi bisnis inti dan mendasar (termasuk transaksi dan informasi manajemen untuk fungsi-fungsi bisnis tersebut).
SCM (Supply Chain Management), aplikasi perangkat lunak yang mengoptimalkan proses bisnis untuk memperoleh bahan mentah melalui distribusi produk yang telah selesai dengan mengintegrasikan secara langsung sistem informasi logistik organisasi dengan penyuplay dan distributornya.
CRM (Customer Relationship Ma agement), aplikasi perangkat lunak yang menyediakan pelanggan dengan acses ke proses bisnis dari permintaan awal melalui layanan dan dukungan penjualan pasca penjualan.

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!