h1

Bab 1 Asumsi Peranan Penganalisis Sistem

Mei 22, 2009

Informasi adalah sebuah sumber organisasi dimana harus diatur secara baik seperti sumber daya lainnya. Biaya dihubungkan dengan proses informasi. Proses Informasi harus daiatur untuk mendapatkan keunggulan potensial informasi.

Delapan Kategori Sistem Informasi, antara lain :

1)      Transaction processing systems (TPS)

2)      Office automation systems (OAS)

3)      Knowledge work systems (KWS)

4)      Management information systems (MIS)

5)      Decision support systems (DSS)

6)      Expert systems (ES)

7)      Group decision support systems (GDSS)

8)      Executive support systems (EES)

Teknologi Baru

Teknologi Baru diintegrasikan dengan sistem tradisional

  • Ecommerce menggunakan Web untuk melakukan aktifitas bisnis
  • Enterprise Resource Planning (ERP) mengintegrasikan banyak sistem informasi yang berbeda dalam suatu perusahaan
  • Peralatan Wireless and handheld , termasuk mobile commerce (mcommerce)
  • Open source software

Keuntungan menggunakan Web, diantaranya :

  • Meningkatkan kepedulian terhadap ketersediaan layanan, produk, orang atau group
  • 24 jam akses users
  • Disain interface standard
  • Menciptakan sistem global

Analisa dan perancangan sistem

Analisa dan perancangan sistem adalah sebuah pendekatan sistematik untuk mengidentifikasi masalah, kesempatan, tujuan; analisa aliran informasi organisasi; dan merancang sistem informasi terkomputer untuk menyelesaikan sebuah masalah

Analis Sistem

  • Analisis Sistem berfungsi sebagai
  • Konsultan bisnis
  • Men-support para expert dalam bisnis
  • Agen Perubahan
  • Analis Sistem adalah  problem solvers, dan membutuhkan keahlian komunikasi
  • Analis Sistem harus beretika dengan user dan konsumen

Siklus Hidup Pengembangan Sistem

  • Siklus Hidup pengembangan sistem adalah sebuah pendekatan sistem untuk menyelesaikan masalah bisnis
  • Terdiri dari 7 fase
  • Setiap fase mempunyai aktifitas unik

Fase 1

Pengenalan

  • Masalah
  • Kesempatan
  • Tujuan

Keterlibatan personal

  • Analis Sistem
  • Manajemen user
  • Manajemen sistem

Fase 2

Menentukan kebutuhan informasi

  • Interview manajemen, operasi dan personal
  • Mengumulkan dokumen sistem / operasi
  • Menggunakan questioner
  • Mengamati sistem dan keterlibatan personal
  • Mengunakan pertanyaan who, what, where, when, how, dan why

Keterlibatan personal

  • Analis system
  • Manajemen user
  • Pekerja operasi
  • Manajemen sistem

Fase 3

Analisa Kebutuhan Sistem

  • Membuat data flow diagrams
  • Dokumen prosedur logik untuk proses data flow diagram
  • Melengkapi Kamus data / data dictionary
  • Membuat keputusan semistruktur
  • Mempersiapkan dan mempresentasikan proposal system
  • Merekomendasikan solusi optimal ke manajemen

Keterlibatan personal

  • Analis system
  • Manajemen user
  • Manajemen sistem

Fase 4

Merancang sistem yang direkomendasikan

  • Melakukan disain user interface
  • Disain output
  • Disain input
  • Disain control system
  • Disain file dan atau database
  • Menghasilkan spesifikasi program
  • Menhasilkan tabel atau pohon keputusan

Personnel involved

  • Analyst
  • System designer
  • User management
  • User operations workers
  • Systems management

Fase 5

Mengembangkan dan mendokumentasikan program

  • Disain program komputer menggunakan  structure charts, Nassi-Schneiderman charts, and pseudocode
  • Pembuatan disain program
  • Pembuatan program komputer
  • Dokumentasi  software dengan  help files, procedure manuals, dan Web sites dengan Frequently Asked Questions

Keterlibatan Personal

  • Analis Sistem
  • Disainer sistem
  • Programmers
  • Manajemen sistem

Fase 6

Testing dan Implementasi sistem

  • Test and debug program komputer
  • Test sistem komputer
  • Peningkatan sistem

Keterlibatan personal

  • Analis Sistem
  • Disainer Sistem
  • Programer
  • Manajemen Sistem

Fase 7

Implementasi dan evaluasi sistem

  • Konversi Rencana
  • Pelatihan user
  • Pembelian dan installasi perangkat baru
  • Meng-Convert files
  • Installasi sistem
  • Melakukan Review and evaluasi system

Keterlibatan personal

  • Analis sistem
  • Disainer sistem
  • Programmer
  • Manajemen user
  • Pekerja operasi
  • Manajemen sistem

Rapid Application Development

Rapid Application development (RAD) adalah pendekatan orientasi objek untuk pengembangan sistem

Maintenance sistem

Maintenance sistem adalah

v  Menghilangkan error yang tidak terdeteksi, dan

v  Meningkatkan software yang ada

Waktu yang dihabiskan pada maintenance biasanya berkisar 48-60 persen dari waktu total

Peningkatan Sistem

Sistem yang ditingkatkan dengan alasan berikut :

ü  Menambah fitur tambahan pada sistem

ü  Kebutuhan Bisnis dan pemerintah berubah setiap waktu

ü  Teknologi, hardware, dan software berubah sangat cepat

Tool CASE

Tool CASE adalah otomatis, paket software  secara microcomputer untuk analisa dan disain sistem

Empat alasan untuk penggunaan tool CASE adalah:

ü  Untuk meningkatkan produktifitas analis sistem

ü  Perantara komunikasi antara analis dan user

ü  Menyiapkan kontinuitas diantara fase siklus hidup

ü  Untuk mengetahui pengaruh dari maintenance

Kategori Tool CASE

Tool CASE dibagi menjadi beberapa kategori :

ü  Upper CASE (disebut juga front-end CASE) digunakan untuk melakukan analisa dan disain

ü  Lower CASE (disebut juga back-end CASE).  Tool ini men-generate kode sumber bahasa program dari disain CASE

ü  Integrated CASE, Melakukan fungsi upper and lower CASE

Upper CASE

Tool Upper CASE

ü  Create dan modifikasi disain sistem

ü  Penyimpanan data dalam sebuah gudang proyek

ü  Gudang adalah sebuah kumpulan records, elements, diagrams, screens, reports, and informasi proyek lainnya

ü  These CASE tools memenuhi kebutuhan model organisasi dan mendifinisikan batasan-batasan sistem

Lower CASE

Tool Lower CASE men- generate kode sumber bahasa komputer dari disain CASE

Kode Sumber biasanya digenerate di beberapa bahasa

Keuntungan Generate kode

Waktu untuk mengembangkan penurunan sistem baru

Waktu maintenance kode generate lebih sedikit dibandingkan dengan maintenance sistem tradisional

Program komputer bisa di-generate dalam lebih dari satu bahasa

Disain CASE dibeli dari vendor pihak ketiga dan menyesuaikan kebutuhan organisasi

Kode Generate adalah bebas dari error kode program

Reverse Engineering

Reverse engineering adalah men- generate disain CASE dari kode program komputer

Kode Sumber / Source code diamati, dianalisa, dan dikonversikan ke dalam entitas gudang.

Hasil Reverse Engineering

Hasil Reverse engineering  (Tergantung dari tool yang digunakan)

Struktur dan eleme data, menggambarkan file-file dan record yang disimpan oleh sistem

Perancangan layar, bila program sedang on-line

Laporan layout untuk batch program

Rencana struktur yang menunjukkan hirarki modul-modul di dalam program

Perancangan basisdata dan hubungannya

Keuntungan Reverse Engineering

Mempunyai beberapa keuntungan sebagai berikut:

Waktu yang digunakan dalam pemeliharaan sistem bisa dikurangi

Dokumentasi, yang sebelumnya belum ada atau hanya minimal untuk program lama, bisa dilakukan

Menciptakan program terstruktur dari program tak terstruktur atau kode komputer terstruktur yang tidak tepat

Perubahan-perubahan yang terjadi dalam pemeliharaan di masa datang lebih mudah dibuat

Analisis bisa ditampilkan atas sistem untuk mengurangi bagian yang tidak perlu dari kode komputer

Analisa dan perancangan sistem berorientasi obyek

Analisa dan disain berorientasi Obyek / Object-oriented (O-O) digunakan untuk membuat program berorientasi obyek

Pemrograman O-O tidak hanya mencangkup kode tentang data, namun juga instruksi tentang operasi yang harus ditampilkan atasnya

Tipe Analisa dan disain O-O

Ada tiga tipe analisa dan disain O-O :

Analisa berorientasi Obyek / Object-oriented analysis (OOA)

Disain berorientasi obyek / Object-oriented design (OOD)

Unified Modeling Language (UML),Suatu bahasa standrd pemodelan berorientasi Obyek

Analisa dan Disain Alami

v  Analisa dan disain terstruktur menampilkan suatu pendekatan sistematis pengembangan sistem dalam suatu siklus alami

v  Pendeteksian error Analisa dan disain pada fase yang lebih tinggi dalam siklus hidup pengembangan sistem akan menimbulkan biaya yang lebih banyak untuk perbaikannya dibandingkan dengan pendeteksian pada fase lebih awal

Metodologi Alternatif

Metodologi alternatif adalah tersedia untuk analisa sistem

Diantaranya

Prototyping

ETHICS

Project champions

Soft Systems Methodology

Multi-view

Tinggalkan sebuah Komentar