Pada kesempatan kali ini saya mendapat tugas individu dari mata kuliah pemograman web, mencari defenisi dari mailing list. Berikut akan saya jelaskan.
MAILING LIST
Juga sering diistilahkan sebagai milis, yaitu sebuah alamat email yang digunakan oleh sekelompok pengguna internet untuk melakukan kegiatan tukar menukar informasi. Setiap pesan yang dikirimkan ke alamat sebuah milis, secara otomatis akan diteruskan ke alamat email seluruh anggotanya. Milis umumnya dimanfaatkan sebagai sarana diskusi atau pertukaran informasi diantara para anggotanya
Penggunaan e-mail untuk forum diskusi kelompok yang besar di kenal dengan teknik atau aplikasi mailing list. Mailing list menjadi aplikasi dasar utama dalam pembentukan berbagai komunitas maya.
Pada dasarnya mailing list bekerja dengan konsep yang sangat sederhana, seorang pengguna cukup mengirimkan sebuah e-mail ke sebuah alamat e-mail mailing list untuk kemudian di sebarkan ke semua anggota mailing list yang tergabung atau berlangganan ke alamat e-mail tersebut.
Bayangkan bagi seorang yang sedang kesulitan masalah komputer kemudian mengirimkan pertanyaan melalui e-mail ke mailing list tempat berkumpul para hacker, dapat diharapkan bahwa kemungkinan satu-dua orang hacker mengetahui jawaban dari permasalahan yang dihadapi. Akhirnya dengan segera solusi dari masalah yang dihadapi dapat dipecahkan dalam waktu yang singkat mungkin hanya diperlukan menunggu dalam waktu beberapa jam sebelum salah seorang hacker tersebut memberikan jawabannya.
Mailing list di Internet beroperasi 24 jam tanpa henti sepanjang tahun, mari kita banyangkan bersama apa yang terjadi jika kita melakukan diskusi secara terus menerus tanpa henti:
Jika seseorang secara serius terus menerus dalam selang waktu lama (beberapa bulan bahkan tahun) aktif berdiskusi – dapat diharapkan orang tersebut akan menjadi “ahli” dalam bidang yang didiskusikan tersebut. Dalam dunia pendidikan, proses diskusi merupakan media yang paling effektif untuk melakukan transfer pengetahuan implisit dari kepala masing-masing partisipan.
Dalam dunia usaha, pembangunan wajah (image) perusahaan menjadi sangat penting artinya untuk menangkap pasar. Proses marketing dan public relation (PR) sebuah perusahaan atau produk pada dasarnya merupakan sebuah proses pendidikan kepada para pelanggan atau klien. Konsep marketing yang umumnya di anut saat ini lebih banyak bergantung pada media non-interaktif dengan sedikit seminar / workshop. Dengan adanya mailing list proses marketing dilakukan secara interaktif & terus-menerus tanpa henti selama 24 jam sepanjang tahun. Dapat dibayangkan bahwa dengan konsistensi marketing seperti itu dapat diharapkan wajah (image) dan eksistensi perusahaan akan menjadi lebih kuat dimata klien-nya. Tentunya nanti bagian marketing usaha atau produk tersebut harus secara selektif memilih untuk aktif di mailing list tertentu yang sesuai dengan produk yang dipasarkan.
Jelas bahwa mailing list merupakan media yang lebih bersifat interaktif & pro-aktif di bandingkan dengan Web maupun media cetak. Sifat ini menjadi kunci utama untuk memperkuat wajah (image) dan eksistensi seseorang atau perusahaan di Internet secara keseluruhan. Konsekuensinya, seseorang atau perusahaan yang akan menggunakan mailing list sebagai media interaksi dengan komunitas Internet harus mau berinteraksi dan merespond secara cepat menggunakan e-mail, karena semua pengguna e-mail di Internet berharap agar respond dapat dilakukan secara cepat. Untuk itu dibutuhkan orang atau staff yang ulet dan konsisten untuk menjawab berbagai pertanyaan. Dalam berbagai forum diskusi dunia maya, jangan kaget jika kita memperoleh jawaban langsung dari Chief Executive Officer (w:CEO) atau Chief Information Officer (w:CIO).
Sekedar pemberitahuan sebaiknya bagi anda yang masih pemula dalam penggunaan mailing list ada baiknya untuk memonitor dulu cara rekan-rekan ini berdiskusi di mailing list. Umumnya rekan-rekan lain yang mengunakan mailing list adalah orang yang berpendidikan tinggi, jadi sangat kritis & berwawasan luas. Dalam diskusi interaktif, sebaiknya jangan langsung menjawab pertanyaan – tetapi ada baiknya di endapkan dulu beberapa saat dan dipikirkan masak-masak jawaban yang kita maksud. Umumnya para pemula sangat mudah terpancing oleh emosi & men-sent jawaban pada detik itu juga sehingga terjadilah pertempuran di mailing list (istilahnya flame war).
Coba diskusi dengan beberapa orang / pentolan mailing list melalui jalur pribadi / private mail / japri. Melalui diskusi-diskusi japri ini anda akan lebih mudah mengenal lebih dekat pribadi yang dituju.
Setelah beberapa lama anda monitor & mencoba aktif berpartisipasi dalam diskusi. Kualitas anda secara perlahan akan dinilai oleh banyak rekan lain di mailing list. Masing-masing orang akan mengetahui secara perlahan kelebihan & kekurangan anda masing-masing. Hal ini berlangsung terus dan mempertebal kepercayaan / trust rekan-rekan kepada anda.
Bagi anda yang ingin memfokuskan diri pada usaha pengetahuan / konsultan, ada baiknya berusaha semaksimal mungkin untuk menjawab sebagian besar pertanyaan yang muncul di mailing list. Tentunya jangan menjawab sembarangan karena kualitas anda akan di nilai oleh rekan yang lain. Jika belum tahu jawabnya, gunakan pertanyaan tersebut sebagai pemicu untuk mencari pengetahuan yang ditanyakan di tempat lainnya. Dengan cara demikian akan memupuk penguasaan pengetahuan yang kita miliki ke arah yang lebih baik lagi. Semakin banyak kita menjawab dengan baik, semakin percaya orang kepada kita.
Setelah beberapa bukan s/d satu (1) tahun berkiprah di mailing list, ada baiknya mencoba untuk menembus dunia media cetak untuk mensosialisasikan pengetahuan yang kita miliki ke masyarakat banyak. Hal ini penting karena sebagian besar sekali bangsa Indonesia masih berada pada wahana yang lambat informasi-nya yang hanya bisa di penetrasi melalui media cetak. Masukan tulisan, artikel dll ke media cetak untuk menyebar luaskan pengetahuan yang ada pada diri kita ke masyarakat luas. Jika anda cukup mempunyai pengetahuan, tentunya akan mampu untuk pada akhirnya menulis buku yang merupakan rangkuman sebagian ilmu yang ada pada diri kita.
Pada saat kita mulai mensosialisasikan tulisan, artikel di media cetak ini – sebetulnya kita telah mencapai suatu tingkat dimana anda mempunyai otoritas pada bidang yang kita geluti. Pada tingkat yang cukup tinggi ini, sering kali uang bukan menjadi masalah. Kualitas & konsistensi menjadi masalah yang lebih sulit untuk dipertahankan, proses belajar & aktifitas untuk berdialog dengan masyarakat banyak menjadi keharusan untuk menjamin kualitas & konsistensi tersebut.
Menarik untuk diperhatikan bahwa sebetulnya proses berkiprah di dunia pengetahuan ini membutuhkan biaya yang relatif murah, beberapa puluh ribu rupiah saja. Akan tetapi membutuhkan proses yang lama sering kali mencapai beberapa tahun lamanya.

